Proyek Strategis Dishub Taliabu Baru Sebagian Dikerjakan

Pelabuhan Very Kramat

LK.com, TALIABU — Proyek pembangunan dermaga dan fasilitas perairan lainnya di Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, terancam gagal dikerjakan.

Pasalnya, dari 10 proyek strategis yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus itu baru satu yang tuntas dikerjakan kontraktor. Sedangkan sisanya belum selesai dikerjakan meskipun 3 bulan lagi tahun 2022 berakhir.

Informasi yang didapatkan tandaseru.com, anggaran proyek-proyek tersebut telah dicairkan 30 persen pada Maret lalu.”Maret itu sudah ada pencairan 30 persen,” ungkap salah satu sumber internal yang enggan namanya dipublikasikan, Rabu (7/9).

  1. Rehabilitasi Jembatan Gela, Kecamatan Taliabu Utara, yang dikerjakan CV Altrako dengan nilai kontrak Rp 1.824.112.207,25 (sementara dikerjakan)
  2. Rehabilitasi Cause Way (fasilitas perairan) Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, yang dikerjakan CV Adeliya Mitra dengan nilai kontrak Rp 471.202.193,37 (belum tuntas)
  3. Rehabilitasi tresle (fasilitas perairan) Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, yang dikerjakan CV Bintang Barat Perkasa dengan nilai kontrak Rp 944.768.870,37 (belum tuntas)
  4. Rehabilitasi Jembatan Desa Parigi, Kecamatan Taliabu Timur, yang dikerjakan CV Sumber Berkat Utama dengan nilai kontrak Rp 1.838.565.862,83 (belum tuntas)
  5. Rehabilitasi Cause Way (fasilitas perairan) Desa Parigi, Kecamatan Taliabu Timur, yang dikerjakan CV Berkat Yosua dengan nilai kontrak Rp 460.267.317,87 (belum tuntas)
  6. Rehabilitasi tresle Desa Parigi yang dikerjakan CV Altrako dengan nilai kontrak Rp 906. 931.187,57 (belum tuntas)
  7. Rehabilitasi jembatan feri Desa Karamat, Kecamatan Taliabu Barat, yang dikerjakan CV Sinar Mentari dengan nilai kontrak Rp 2.270.460.182,00 (belum tuntas)
  8. Rehabilitasi tresle (fasilitas perairan) pelabuhan feri Desa Karamat, Kecamatan Taliabu Barat, yang dikerjakan CV Tunas Mandiri dengan nilai kontrak Rp 919.584.881,23 (belum tuntas)
  9. Rehabilitasi jalan lingkungan dan area parkir pelabuhan feri Desa Karamat, Kecamatan Taliabu Barat, yang dikerjakan CV KIDA dengan nilai kontrak Rp 921.528.615,05 (telah dikerjakan 98 persen, proses pencairan 20 persen)
  10. Rehabilitasi gedung terminal (fasilitas perairan) Desa Lede, Kecamatan Lede, yang dikerjakan CV Ira Tunggal Bega dengan nilai kontrak Rp 1.422.359.410,45 (belum tuntas).

Sementara Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Darmin beralasan sembilan item pekerjaan ini dalam tahap mobilisasi bahan dari Kota Surabaya.”Informasinya sih kapal ini datang ini sudah ada. Untuk Karamat bagian darat sudah selesai. Kalau di sisi lautnya, menunggu bahan dari Surabaya,” kata Darmin. (***)

Penulis: Alfarz DhinEditor: Arhun E Ramanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *