GPM : Dibatalkan Bupati Siapa Yang Bertanggungjawab Atas Pengawasan Seleksi

Loket Pendaftara Tenaga Non ASN Pulau Taliabu

LK.com, TALIABU – Persoalan pembatalan hasil selekasi tenaga non ASN menjadi rahmat bagi mereka yang pernah mengikuti seleksi ASN jalur K2 Tahun 2012. Namun, bagi mereka yang baru masuk tetapi berhasil memasukan data melalui Situs Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) Pulau Taliabu, menjadi boomerang tersendiri. Bahkan mereka mengaku sulit akan menjadi ASN bila penyeksian berdasarkan tahun kelulusan, kendati sudah melakukan kegiatan honorarium di sekolah maupun instansi lainnya.

Namun, lain halnya dengan Gerakan Pemuda Marhain (GPM) Cabang Pulau Taliabu, menilai Bupati telah mengambil langkah jitu demi mengakomodir para Non ASN yang telah lama mengabdi untuk daerah.”Tentunya langkah ini harus kita berikan dukungan, agar benar-benar seleksi berjalan adil dan tidak sepihak berdasarkan data keluarga,”kata Lisman selaku Ketua GPM Cabang Pulau Taliabu.

Namun, menurutnya selama seleksi dirinya memantau seharusnya Non ASN yang was-was tidak bisa terakomodir jangan menyalahkan Bupati karena telah membatalkan data yang tekah masuk. Tetapi, selaku penanggungjawab ASN termasuk seleksi dalam rangka pemantauan dan pengawasan berada pada sekda.”Seharusnya sekda ikut bertanggungjawab atas pembatalan ini, karena dirinya tidak melakukan pengawasan, hingga daerah harus melakukan pendataan lagi,”akunya.

Sementara itu, salah satu Non ASN yang telah melakukan pengabdian sebelum Pulau Taliabu dimekarkan mengaku bersyukur, karena dirinya masih diberikan kesempatan untuk mengupdate data.”Kami 6 orang sampai saat ini tidak bisa mengupdate data, karena tidak paham tentang computer, padahal kami adalah honor yang pernah ikut K2 saat itu,”kata Amna sambil memperlihatkan kartu testnya.

Sedangkan, untuk mereka yang baru honor selama dua tahun, mengaku kalau dirinya hanya bisa berdoa semoga bisa diakomodir. Karena, semua persyaratan telah dipenuhi.”Kita berdoa saja, semoga bisa diakomodir,”kata Lita sampan akrab ibu dari Utara ini.

Keduanya mengaku, kalau selama memasukan berkas memang ada indikasi pilih kasih dalam mengupadate data oleh pihak BKPSDMA Pulau Taliabu. Bahkan, yang membingungkan adalah informasi yang simpan siur.”Torang bingung satu informasi lain, satu juga lain, akibatnya seperti ini, baru pejabat Baik sekda maupun kepala BKPSDMA Pulau Taliabu tidak pernah mengumpulkan para pelamar di lapangan,”tandas keduanya. (***)

Penulis: Alfarz DhinEditor: Arhun E Ramanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *