BLT Tahap 1 disalurkan, Pjs. Kades Tubang Harap Kebutuhan Masyarakat Bisa Terpenuhi

Pjs. Kades Tubang saat menyerahkan BLT kepada penerima

LintasKhatulistiwa.com|TALIABU –Pejabat Kepala desa Tubang Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Dana desa (DD) tahap Pertama tahun 2023. Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tahap 1 ini mulai terhitung Januari-Maret dengan jumlah Rp 300.000 ribu Rupiah yang diterima per satu 1 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran ini di pimpin langsung Pjs. kepala desa Tubang, Agusmawati Thoib Kotten, SE, MM, dan dampingi Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa DPMD Kabupaten Pulau Taliabu, Asmadin, Sekretaris Desa dan Ketua BPD dan Anggota.

Agusmawati Thoib Kotten, SE, MM, menjelaskan untuk penerima BLT DD tahap 1 ini, di desa Tubang itu sendiri sebanyak 34 KPM untuk periode Januari sampai Maret dengan total anggaran sebesar Rp. 30,600,000.“Saya sangat bersyukur dengan disalurkannya BLT DD tahap Pertama ini, mengingat masyarakat khususnya desa Tubang saat ini masih dalam tahap pemulihan ekonomi dan masyarakat pada umumnya masih merasakan dampak covid-19 itu sendiri,” terangnya.

Lanjutnya, ini salah satu keberkahan untuk kita semua di tahun 2023 ini dengan kebijakan pemerintah pusat untuk tetap konsisten dan tetap memprioritaskan dana BLT sebesar 10 – 25 persen. Dana BLT ini sangat membantu masyarakat.“Saya mengharapkan untuk semua masyarakat penerima BLT bagi warga desa Tubang khususnya, kiranya bantuan pemerintah pusat ini melalui dana desa itu digunakan sebaik baiknya, guna membantu pemerintah pusat dalam pemulihan ekonomi,” kata Agung biasa disapa.

Penerima BLT yang datang ke Kantor Desa Tubang 

Dirinya mengaku bahwa Syarat Penerima BLT Dana Desa. Adapun kriteria penerima manfaat BLT dana desa ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 201/PMK.07 /2022 tentang Pengelolaan Dana Desa, pada tahun 2023 sebagai berikut:

  1. Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili dan diprioritaskan untuk keluarga miskin yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
  2. Kehilangan mata pencaharian.
  3. Mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.
  4. Keluarga miskin penerima jaring pengaman sosial lainnya yang terhenti baik yang bersumber dari APBD dan/atau APBN.
  5. Keluarga miskin yang terdampak pandemi covid-19 dan belum menerima bantuan.
  6. Rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia

“Penetapan tersebut dilakukan melalui pendataan dan survei langsung. Hal ini dilakukan agar BLT Kemiskinan Ekstrem bisa tepat sasaran. BLT Dana Desa sendiri dikeluarkan berlandaskan pada pemulihan ekonomi di era pandemi Covid-19, dengan alokasi minimal 10 persen dan maksimal mencapai 25 persen dari dana desa,”ujarnya.

Untuk diketahui, prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2023 diatur dalam dalam peraturan menteri desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi nomor 2 tahun 2022 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2022 fokus di pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, penanggulangan kemiskinan untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan serta pembentukan, pengembangan dan peningkatan kapasitas pengelolaan bumdes untuk pertumbuhan ekonomi desa merata. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *