Angkat 5 Isu Strategis Musrenbang Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2025

Wakil Bupati Pulau Taliabu saat membuka Musrenbang Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2025

LintasKhatulistiwa.com| TALIABU –Pelaksanaan forum perangkat daerah dan musrenbang RKPD bukan kegiatan formalitas belaka, tetapi merupakan agenda tahunan pemerintah daerah sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Aliong Mus, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Ramli pada pembukaan forum perangkat daerah dan musrenbang RKPD dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun 2025, Senin (26/2/2024).

Penyelenggaraan musrenbang RKPD tahun ini merupakan penjabaran tahun keempat dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2021-2026 dan juga menjadi tahun terakhir RPJPD Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2005. Penyusunan RKPD tahun 2025 saat ini diarahkan untuk mencapai visi jangka menengah tahun 2021-2026, yaitu Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu yang Unggul, Berakhlak Mulia, Mandiri dan Sejahtera.

Hal ini tentu saja membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat dengan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.”Selanjutnya, beberapa isu strategis dan permasalahan pembangunan yang masih kita hadapi sampai saat ini di Kabupaten Pulau Taliabu antara lain yaitu pertama, masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Kedua, belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi unggulan daerah. Ketiga, masih rendahnya ketersediaan infrastruktur publik, Keempat, tingginya kerentanan kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan dan bencana alam, dan kelima, tingginya tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” paparnya.

Berdasarkan lima isu strategis daerah dan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2021-2026, serta mengacu pada rancangan tema pembangunan nasional dan tema pembangunan Provinsi Maluku Utara, maka tema pembangunan tahun 2025 yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, yaitu “Mewujudkan Penguatan dan Pemerataan Kualitas Sumberdaya Manusia Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Daerah dan Layanan Publik yang Inovatif dan Berkelanjutan”.

“Tema pembangunan dimaksud mengarahkan kita untuk lebih fokus pada lima prioritas pembangunan tahun 2025, yaitu pertama, pembangunan sumberdaya manusia melalui peningkatan cakupan akses dan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting,” terang Ramli.

Kedua, pembangunan infrastruktur dasar untuk transportasi dan permukiman. Ketiga, peningkatan daya saing produk unggulan daerah dan ketahanan pangan melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan UMKM.

Keempat, pelestarian lingkungan hidup dan ketahanan bencana. Kelima, peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih inovatif.”Pada momentum yang sangat baik ini, perlu saya sampaikan kepada kita semua bahwa Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu baru saja menerima penghargaan BUMANDALA AWARD dari Badan Informasi Geospasial (BIG) atas keberhasilan penetapan dan penegasan batas desa tahun 2023. Kabupaten Pulau Taliabu meraih peringkatkedua terbaik, sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia timur dan tercatat sebagai kabupaten pertama dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara yang berhasil menyelesaikan penetapan dan penyelesaian batas desa di 71 desa,” jabarnya.

Keberhasilan yang telah didapat ini tentunya merupakan bukti komitmen daerah, serta kerja keras mulai dari tingkat desa, kecamatan dan lintas sektor OPD yang tergabung dalan Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa yang terkoordinir secara baik oleh Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. (**/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *